Rabu, 01 September 2010

Tips aman meninggalkan rumah saat mudik lebaran

Lebaran telah tiba, semua menyambutnya dengan gembira! Apalagi yang dinanti-nanti seluruh umat muslim sedunia setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan selain lebaran. Yah, tentunya semua setuju bahwa lebaran adalah momen yang paling berharga yang takkan mungkin bisa dilewatkan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Bayangkan, selama sebulan kita harus menahan diri dari haus dan lapar dan menahan diri dari segala macam bentuk nafsu. Selama sebulan itu kita diibaratkan seperti seorang pemburu yang sedang kehilangan “hewan” buruan. Kita dilatih untuk bersabar dan menahan segala bentuk godaan. Hingga pada akhirnya, tibalah saat yang dinanti-nanti yaitu “kemerdekaan diri” atau lebaran.
Dan sudah merupakan hal yang lumrah bila pada saat lebaran kita melakukan kegiatan mudik atau pulang kampung. Biasanya orang-orang yang bekerja dan menetap di kota, akan mudik ke kampung halaman mereka masing-masing dan tentunya dalam jangka waktu yang lama, bisa seminggu atau dua minggu.


Indahnya Mudik
Kita semua sepakat bila mudik adalah hal yang dinanti-nanti pada saat lebaran. Berkumpul bersama keluarga besar tercinta yang merupakan momen langka yang mungkin akan jarang dilakukan pada saat hari-hari biasa. Semua orang menyambutnya dengan suka cita.
“Bahaya Lain yang Mengancam di Tengah Kebahagiaan”
Namun demikian, banyak di antara kita yang tidak sadar akan bahaya lain yang mengancam pada saat kita mudik. Apalagi kalau bukan masalah keamanan. Tidak sehari dua hari saja kita meninggalkan rumah kita dalam keadaan kosong, namun berhari-hari. Dan di antara itu kita tidak tahu apakah ada orang lain yang mengancam rumah kita atau tidak.
Banyak kejadian dan kasus perampokan serta pencurian yang terjadi pada saat si penghuni rumah mudik. Pada saat mereka kembali ke rumah mereka masing-masing, barang-barang berharga sudah tidak ada lagi dibabat habis oleh perampok dan pencuri. Tentunya kita tidak mau bila hal ini terjadi pada kita bukan?
Untuk sebab itu, sebelum mudik, kita juga harus mengantisipasi akan hal-hal yang tidak kita inginkan agar tidak terjadi. Bagaimanapun juga tindakan preventif jauh lebih baik dibandingkan dengan tindakan kuratif.

Beberapa hal berikut yang bisa dilakukan pada saat kita mudik agar rumah yang kita tinggalkan tidak menjadi sasaran orang yang ingin berbuat jahat, yaitu:
  1. Mengunci Rumah Dua Kali. Hal ini adalah yang paling dasar yang harus kita lakukan sesaat sebelum berangkat mudik. Kadang, kita menyepelekan hal-hal rutin yang agak sepele namun berakibat besar, salah satunya adalah mengunci pintu dan jendela. Oleh sebab itu, sebelum pergi pastikan bahwa semua pintu dan jendela sudah terkunci rapat. Hendaknya dalam mengunci komponen-komponen tersebut juga teliti. Tak hanya satu kali tapi dua kali. Bila perlu kita bisa memasang teralis besi untuk benar-benar memastikan bahwa rumah kita akan aman, sekalipun akan ditinggal dalam jangka waktu yang lama.
  2. Jangan Pernah Menitipkan Kunci Pada Orang Lain Siapapun Itu. Kadang, karena terlalu percaya pada orang yang selama ini kita anggap baik, kita jadi teledor. Sering ada kejadian perampokan di rumah kosong dengan pelaku adalah orang dikenal yang diberi amanah, yaitu kita titipi kunci rumah kita. Oleh sebab itu, sebaiknya kunci memang kita bawa mudik dan tidak dititipkan pada siapapun, sekalipun orang itu adalah orang kepercayaan kita.
  3. Bawa Barang-Barang Berharga Yang Bisa Dibawa. Sebisa mungkin kita membawa barang-barang berharga yang bisa dibawa, misalnya: ATM, rekening, dan dokumen penting lainnya. Bila kita memiliki brankas, maka barang-barang berharga bisa kita simpan ke dalam brankas.
  4. Bila ada barang berharga yang tidak bisa dibawa, maka simpanlah di tempat yang sekiranya aman dan tidak terduga. Tak semua barang berharga bisa kita bawa. Barang-barang elektronik misalnya, tidak mungkin bisa kita bawa bukan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menyimpannya di tempat yang tidak terduga. Misalnya: laptop di letakkan di tumpukan koran bekas, modem diletakkan di bawah kulkas, dan tempat-tempat tak terduga lainnya.
  5. Bila memungkinkan, pasangi dengan alat pengaman. Misalnya sirine, bukannya kita terlalu berlebihan. Namun tak ada salahnya, bila rumah kita memang besar, memiliki banyak barang-barang berharga, serta kita termasuk orang yang mampu dari segi financial, boleh juga kalau kita memasangi rumah kita dengan CCTV dan sirine keamanan.
  6. Bila lingkungan perumahan dilengkapi dengan beberapa security, maka kita boleh juga untuk “menitipkan” rumah kita kepada mereka, tentunya kita memberikan tips tambahan untuk itu. Biasanya di perumahan elit, setiap cluster memiliki security. Boleh juga bila kita “menitipkan” rumah kita pada mereka, dalam artian kita meminta tolong mereka untuk sering-sering berkunjung ke rumah kita. Meskipun tugas mereka memang menjaga keamanan, namun tak ada salahnya bila kita meminta mereka secara pribadi tentunya dengan memberikan tips tambahan.
  7. Bila di rumah kita ada telpon rumah, cobalah sesekali waktu untuk menelpon. Bila tidak ada yang mengangkat, berarti rumah kita aman karena itu artinya tidak ada orang yang masuk. Namun, bila ternyata ada nada sambung, meski tidak ada suaranya, itu artinya rumah kita dalam tidak aman.
  8. Berdoa. Ini adalah sesuatu yang mutlak harus kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar