Selasa, 11 Januari 2011

Pengertian peta dan pemetaan


PENDAHULUAN
Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar denngan skala tertentu. Kartografi merupakan ilmu yang khusus mempelajari segala sesuatu tentang peta. Mulai dari sejarah, perkembangan, pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara penggunaan peta. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana proses pemetaan dan simbol pada peta.
Lalu apa fungsi dan tujuan pembuatan peta? Adan beberapa maksud dari pembuatan sebuah peta. Fungsi pembuatan peta antara lain:
1. Dengan adanya peta dapat menunjukkan posisi atau lokasi relatif yang hubungannya dengan lokasi asli dipermukaan bumi.
2. Peta mampu memperlihatkan ukuran.
3. Peta mampu menyajikan dan memperlihatkan bentuk.
4. Mengumpulkan dan menyeleksi data dari suatu daerah dan menyajikan diatas peta dengan simbolisasi.
Sedangkan tujuan pembuatan peta yaitu:
1. Untuk komunikasi informasi ruang.
2. Media menyimpan informasi.
3. Membantu pekerjaan.
4. Membantu dalam desain.
5. Analisis data spatial.
Dari fungsi dan tujuan diatas, maka peta bukan hanya berguna dalam menentukan lokasi namun juga dalam berbagai bidang. Selain itu, pembuatan peta bukan semata-mata hanya karena untuk memperoleh uang, namun juga sangat berguna bagi hajat hidup masyarakat yang luas dalam keruangan.
Dalam proses pemetaan harus melalui beberapa tahapan mulai dari penyusunan ide hingga peta siap digunakan. Kesemua itu harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan ketelitian agar diperoleh peta yang baik dan benar sera memiliki dilai artistik atau seni sehingga pengguna mampu menggunakan peta dengan maksimal dan pembuat dapat menghasilkan peta yang baik sehingga terjadi timbal balik antar pengguna dengan pembuat peta.
Dalam pemberian simbol pada peta juga harus diperhatikan agar peta mudah diketahui dan dipahami isi dan maksud peta tersebut. Pemberian simbol ini juga menentukan nilai keartistikan sebuah peta sehingga peta tersebut enak dipandang dan lebih jelas.
ISI
A. Proses Pemetaan
Dalam mempelajari bidang kartografi, peta sangatlah diperlukan. Tanpa adanya peta, Kartografi tidak akan ada pula karena kartografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perpetaan. Berbagai jenis peta telah muncul sesuai dengan maksud, tujuan, serta manfaat pembuatan peta tersebut. Namun, bagaimanakah sebuah peta itu dibuat? Dalam mempelajari kartografi kita harus mengetahui hal tersebut.
Pada dasarnya, peta merupakan kalibrasi dari bidang permukaan bumi 3 dimensi menjadi sebuah gambaran utuh yang lebih sederhana ke dalam selembar kertas media yang datar dengan penyesuaian baik ukuran maupun bentuknya disertai pula dengan informasi dan detail-detailnya.
Dalam proses pembuatan peta harus mengikuti pedoman dan prosedur tertentu agar dapat dihasilkan peta yang baik, benar, serta memiliki unsur seni dan keindahan. Secara umum proses pembuatan peta meliputi beberapa tahapan dari pencarian dan pengumpulan data hingga sebuah peta dapat digunakan. Proses pemetaan tersebut harus dilakukan dengan urut dan runtut, karena jika tidak dilakukan secara urut dan runtut, tidak akan diperoleh peta yang baik dan benar. Lalu apa dan bagaimana proses atau tahap-tahap pemetaaan itu?
1. Tahap pencarian dan pengumpulan data
Ada beberapa cara dalam mencari dan mengumpulkan data, yaitu:
a. Secara langsung
Cara pencarian data secara langsung dapat melalui metode konvensional yaitu meninjau secara langsung ke lapangan dimana daerah tersebut akan dijadikan objek dari peta yang dibuat. Cara ini disebut dengan teristris. Dengan cara ini dilakukan pengukuran medan menggunakan theodolit, GPS, dan alat lain yang diperlukan serta pengamatan informasi ataupun wawancara dengan penduduk setempat secara langsung sehingga didapat data yang nantinya akan diolah.
Dapat pula dilakukan secara fotogrameti, yaitu dengan metode foto udara yang dilakukan dengan memotret kenampakan alam dari atas dengan bantuan pesawat dengan jalur khusus menurut bidang objek. Atau dapat pula menggunakan citra dari satelit serta cara-cara lain yang dapat digunakan
b. Secara tak langsung
Melalui cara ini tentu saja kita tidak usah repot-repot meninjau langsung ke lapangan melainkan kita hanya mencari data dari peta atau data-data yang sudah ada sebelumnya. misalnya dalam membuat peta kepemilikan tanah di daerah Semarang, kita cukup mencari peta administrasi lengkap kota Semarang, kemudian dapat diperoleh data pemilikan tanah di Lembaga Pertanahan daerah atau nasional (BPN).
Data yang diperoleh dari pencarian data secara tak langsung ini disebut dengan data sekunder, sedangkan peta yang digunakan sebagai dasar pembuatan peta lain disebut sebagai peta dasar.
2. Tahap pengolahan data
Data yang telah dikumpulkan merupakan data spasial yang tersebar dalam keruangan. Data yang telah diperoleh tersebut kemudian dikelompokkan misalnya data kualitatif dan data kuantitatif, kemudian data kuantitatif dilakukan perhitungan yang lebih rinci. Langkah selanjutnya yaitu pemberian simbol atau simbolisasi terhadap data-data yang ada.
Dalam tahap akan mudah dengan menggunakan sistem digital komputing karena data yang masuk akan langsung diolah dengan software atau aplikasi tertentu sehingga data tersebut akan langsung jadi dan siap untuk disajikan.
3. Tahap penyajian dan penggambaran data
Tahap ini merupakan tahap pembuatan peta dari data yang telah diolah dan dilukiskan pada media. Dalam tahap ini dapat digunakan cara manual dengan menggunakan alat-alat yang fungsional, namun cara ini sangat membutuhkan perhitungan dan ketelitian yang tinggi agar didapat hasil yang baik.
Akan lebih baik jika digunakan teknik digital melalui komputer, penggambaran peta dapat digunakan aplikasi-aplikasi pembuatan peta yang mendukung, misalnya ARC View, ARC Info, AutoCAD Map, Map Info, dan software lain. Setelah peta tergambar pada komputer, kemudian data yang telah disimbolisasi dalam bentuk digital dimasukkan dalam peta yang telah di gambar pada komputer, pemberian informasi tepi, yang kemudian dilakukan proses printing atau pencetakan peta.
4. Tahap penggunaan data
Tahap ini sangatlah penting dalam pembuatan sebuah peta, karena dalam tahap ini menentukan baik atau tidaknya sebuah peta, berhasil atau tidaknya pembuatan sebuah peta. Dalam tahap ini pembuat peta diuji apakah petanya dapat dimengerti oleh pengguna atau malah susah dalam dimaknai. Peta yang baik tentunya peta yang dapat dengan mudah dimengerti dan dicerna maksud peta oleh pengguna. Selain itu, pengguna dapat memberikan respon misalnya tanggapan, kritik, dan saran agar peta tersebut dapat disempurnakan sehingga terjadi timbal balik antara pembuat peta (map maker) dengan pengguna peta (map user).
Dalam buku “Desain dan Komposisi Peta Tematik” karangan Juhadi dan Dewi Liesnoor, disebutkan bahwa tahapan pembuatan peta secara sistematis yang dianjurkan adalah:
1. Menentukan daerah dan tema peta yang akan dibuat
2. Mencari dan mengumpulkan data
3. Menentukan data yang akan digunakan
4. Mendesain simbol data dan simbol peta
5. Membuat peta dasar
6. Mendesain komposisi peta (lay out peta), unsur peta dan kertas
7. Pencetakan peta
8. Lettering dan pemberian simbol
9. Reviewing
10. Editing
11. Finishing

Senin, 10 Januari 2011

Seminar di Fakultas Geografi UGM dibahas di situs utama UGM

Dilatarbelakangi keprihatinan terhadap meningkatnya kasus-kasus lingkungan yang dilakukan oleh peran industri, Himpunan Mahasiswa Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM atau EGSA (Environmental Geography Student Association) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Industri dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan”. Kegiatan digelar Sabtu, 8 Januari 2011 di Fakultas Geografi UGM.
Dalam seminar nasional ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi industri dan lingkungan, diantaranya Prof. Sudarmadji, M.Eng., Sc. (Guru Besar Fakultas Geografi), Prof. Indra Bastian, Ph.D,MBA, Akt (Dosen Fakultas Ekonomi dan pakar ekonomi lingkungan), Ir. Tri Reni Budiharti (Kepala bidang Industri Lingkungan Hijau, Kementrian Industri) dan Anton Sri Probiantono, (MM UNEP). Secara keseluruhan keempat pembicara menyampaikan pentingnya peningkatan dan keseriusan tanggung jawab Industri bagi pengelolaan lingkungan. Industri yang berperan strategis dalam pembangunan ternyata turut menyumbang terhadap pencemaran lingkungan, yang apabila tidak diikuti dengan manajemen lingkungan yang baik, justru akan menghambat dan menurunkan hasil-hasil pembangunan itu sendiri.

Program Coorporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu isu penting yang mendapatkan perhatian pembicara. CSR menegaskan pentingnya keberlanjutan lingkungan untuk keberlanjutan perkembangan industri. Adanya industri sangat dipengaruhi lingkungan/alam. Sementara CSR juga berfungsi untuk peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan produk-produk hasil industri, yang pada akhirnya dapat memberikan keutungan bagi kedua belah pihak, baik masyarakat maupun industri itu sendiri.
Seminar nasional merupakan salah satu rangkaian kegiatan EGSAFAIR 2011. Selain seminar, kegiatan lain dalam rangkaian EGSAFAIR adalah talkshow serta pameran poster dan foto. Talkshow digelar Kamis, 6 Januari 2011 dengan mengusung tema “Ketika Industri Lepas Tangan, Nasib Lingkungan Dipertanyakan”. Sementara pameran foto dan poster dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 6 hingga 8 Januari 2011
sumber:ugm.ac.id

Prediksi um ugm 2011 plus pembahasan

Bagi teman-teman yang ingin ikut um ugm 2011 siapkan diri kamu mulai sekarang. silahkan di download prediksi soal um ugm 2011 disini
selamat belajar ;-)
jangan lupa selain belajar banyak-banyak berdoa dan minta doa orang tua, semoga kalian sukses menembus um ugm nanti.
amin
nb: didalam nya juga ada prediksi soal-soal simak ui dan usm itb.

Pemahaman tentang ruang atau region

Pendahuluan
-    Definisi geografi dan kedudukanya terhadap konsep ruang
-    Konsep ruang pada study geografi

Pengertian Ruang

-    Uniquenness of a place or region
Keunikan dari sebuah tempat atau wilayah
-    The relation of man and environment
Sebuah hubungan antara manusia dan lingkungan
-    Systematically explain location and spatial interaction
Sistem yang menjelaskan tentang lokasi dan interaksi keruangan


The Core of elements of the science of geography (element inti dari ilmu geografi)

-    Space (ruang)
-    Spatial relation (hubungan keruangan)
-    Change space (perubahan ruang)
•    Bagaimana struktur fisik dari ruang
•    Bagaimana hubungan manusia dengan semua ruang
•    Bagaimana organisasi social manusia yang ada didalam suatu ruang
•    Bagaimana gambaran kita dan penggunaan suatu ruang

Three approach to the study of geography (3 pendekatan dalam belajar geografi)
1. Traditional

Lebih ditekankan pada karakteristik dari suatu wilayah.



2. Ecologycal
ditekankan pada hubungan antara manusia dengan lingkungan.



3. Behavior (tingkah laku, aktivitas)
Penjelasan pada peran tempat dan ruang, karakteristik dalam alam (manusia, tempat, tingkah laku) dan efek dari pola hubungan manusia di dalam ruang.






Space menurut Godall
Istilah ruang secara tidak langsung menyatakan area yang luas, ada bentuk absolute dan relative dari geografi manusia.
Absolute space
-    Jelas, dari fisik, nyata
Ruang yang nyata, dan fokus pada karakteristik, konsentrasi dan disperse
-    Sangat ditekankan bagi para pembuat peta yaitu dengan ukuran yang tepat dari sebuah lokasi dan selanjutnya dimasukkan dalam analisis keruangan.
Relative Space
-    Lebih di tekankan pada aktivitas dalam ruang

Minggu, 26 Desember 2010

Proyeksi Peta secara umum

Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar, dengan persyaratan sebagai berikut ;

1. Bentuk yang diubah itu harus tetap.
2. Luas permukaan yang diubah harus tetap.
3. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.

Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus suatu hal yang tidak mungkin. Untuk memenuhi satu syarat saja dari tiga syarat di atas untuk seluruh bola dunia, juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi.


Oleh karena itu, untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta.

Proyeksi berdasarkan bidang asal

· Bidang datar (zenithal)

· Kerucut (conical)

· Silinder/Tabung (cylindrical)

· Gubahan (arbitrarry)

Jenis proyeksi no.1 sampai no.3 merupakan proyeksi murni, tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas, melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan).

Dalam kesempatan ini tidak akan dijelaskan bagaimana perhitungan proyeksi tersebut di atas, akan tetapi cukup jenis proyeksi apa yang biasa digunakan dalam menyediakan kerangka peta di seluruh dunia.

Contoh proyeksi gubahan :

· Proyeksi Bonne sama luas

· Proyeksi Sinusoidal

· Proyeksi Lambert

· Proyeksi Mercator

· Proyeksi Mollweide

· Proyeksi Gall

· Proyeksi Polyeder

· Proyeksi Homolografik

Rabu, 22 Desember 2010

UM UGM 2011 (Ujian Masuk Universitas Gajah Mada 2011)

Tak terasa nih sudah hampir satu semester saya belajar di UGM, mempelajari bumi dan citra satelit, sudah mau ujian semester pertama jadi deg-degan.. moga-moga sukses hehehe.. Tidak sengaja nih waktu browsing nostalgia liat info UM UGM ternyata sudah di update situsnya, bagi temen-temen yang ingin mengikuti UM UGM 2011 nih saya kasih sedikit infonya yang saya tangkap, Di UGM itu ada jalur masuk yang namanya UM (Ujian Masuk) nha dari um itu ada beberapa jalur secara umum ada dua yaitu UM S1 dan Diploma atau sekolah Vokasi, Biasanya UM s1 dilakukan lebih awal dari pada sekolah Vokasi atau diploma. untuk um s1 dan diploma atau sekolah vokasi terdapat banyak jalur yaitu (udah beserta waktu pendaftaran dan Linknya tuh):


Pendaftaran Sarjana (S1)

  1. Program PBUTM (Penerimaan Bibit Unggul Tidak Mampu)
  2. (3 Januari 2011 s.d. 10 Februari 2011)
  3. Program PBUBB (Penerimaan Bibit Unggul Berprestasi dengan Beasiswa)
  4. (3 Januari 2011 s.d. 10 Februari 2011)
  5. Program PBUPD (Penerimaan Bibit Unggul Pembangunan Daerah)
  6. (3 Januari 2011 s.d. 10 Februari 2011)
  7. Program PBOS (Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni
  8. (3 Januari 2011 s.d. 10 Februari 2011)
  9. Program PBS (Penelusuran Bakat Swadana)
  10. (3 Januari 2011 s.d. 15 Maret 2011)
  11. Program UTUL (Ujian Tulis) (Saya rekomendasikan wajib ikut)
  12. (3 Januari 2011 s.d. 15 Maret 2011)
nah sudah tau jalurnya kan sekarang sedikit review saja untuk yang Penerimaan Bibit itu kayak PMDK yang di unggulin itu nilai rapor, untuk lebih jelasnya baca sendiri ya... hehe sedangkan yang UTUL itu ya Ujian Tulis, nah yang ini saya rekomendasikan temen-temen ikut soalnya kuotanya 60%, jadi peluangnya lebih gede,,
itu dulu Aja yang dapat saya informasikan, selamat belajar , postingan selanjutnya akan saya kasih deh soal-soal UM UGM tahun-tahun kemaren.
Sumber : um.ugm.ac.id

Kamis, 25 November 2010

TEORI LOKASI GREENHUT

Greenhut berusaha menyatukan teori lokasi biaya minimum dengan teori ketergantungan lokasi. Teorinya mencakup unsu-unsur sebagai berikut:
  •       Biaya lokasi yang meliputi biaya angkutan, tenaga dan pengelolaan
  •   
  •       Faktor lokasi yang berhubungan dengan permintaan, yaitu ketergantungan lokasi dan usaha untuk menguasai pasar
  •       Faktor yang menurunkan biaya
  •       Faktor yang meningkatkan pendapatan
  •       Faktor pribadi yang berpengaruh terhadap penurunan biaya dan peningkatan pendapatan Pertimbangan pribadi

Sekalipun Greenhut banyak menekankan segi permintaan, namun perkembangan teori maupun praktek penentuan lokasi masih cenderung ke pertimbangan biaya. Segi permintaan baru mendapat perhatian, sejauh menyangkut biaya angkutan untuk memasok pasar yang bersangkutan. Greenhut menekankan segi permintaan, ini tidak hanya ditentukan oleh lokasi tetapi juga mempengaruhi lokasi, bahkan lebih menentukan dari lokasi. Biaya lokasi yang meliputi biaya angkutan, tenaga dan pengelolaan .

Greenhut berpendapat bahwa biaya angkutan dapat merupakan faktor yang penting dalam produksi. Bila berat bahan baku lebih berat dari hasil akhir atau bahan baku bersifat cepat rusak maka lokasi akan berorientasi ke bahan baku. Selain kasus itu akan mendorong lokasi perusahaan di daerah pasar .


Faktor lokasi yang berhubungan dengan permintaan, yaitu ketergantungan lokasi dan usaha untuk menguasai pasar . Bila elastisitas harga permintaan tak terhingga perusahaan cenderung berlokasi di tempat konsumen.Hal ini disebabkan karena kenaikan biaya angkutan akan menurunkan permintaan yang besar. Jadi makin elastis permintaan makin cenderung perusahaan mendekati konsumen, perusahaan makin tersebar. Biaya angkutan yang tinggi juga akan mendorong lokasi perusahaan tersebar dan mendekati konsumen. Greenhut membedakan antara oligopoli yang terorganisasi dan yang tidak. Oligopoli yang tidak terorganisasi cenderung menghindari persaingan dan mencari pasar yang aman dengan menjauhi satu sama lain sehingga lokasinya lebih tersebar. Oligopoli yang terorganisasi biasanya bekerjasama dalam berbagai kebijakan sehingga penyebaran tidak lagi merupakan masalah.

Faktor yang menurunkan biaya adalah Faktor yang menurunkan biaya mencakup external economies yang disebabkan agglomerasi. Gejala ini dapat terjadi di kawasan industri. Pada awalnya perusahaan yang berlokasi di kawasan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada sepereti saluran pembuangan limbah, gardu listrik, telfon dll. Pada perkembangan selanjutnya penghematan ini cenderung meningkat karena ada banyak perusahaan yang berlokasi di tempat itu seperti bank, restoran juga dari segi perizinan dll.

Faktor yang meningkatkan pendapatan adalah Kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang mempunyai penduduk yang banyak dan beragam, serta didukung oleh pendapatn perkapita yang lebih tinggi dari daerah lain. Hal ini mendorong timbulnya berbagai permintaan barang, sehingga merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Kesempatan ini tidak mungkin diberikan oleh kota kecil seperti Bangil, Ungaran dll. Gejala ini yang disebut unsur-unsur yang berkenaan dengan peningkatan pendapatan yang merupakan agglomeration economies dan berlaku umum bagi perusahaan manapun.

Faktor pribadi yang berpengaruh terhadap penurunan biaya dan peningkatan pendapatan diantaranya hubungan pribadi memberikan peluang yang tidak kecil terhadap peningkatan pendapatan . Faktor lain Kadang pertimbangan pribadi tampak bertentangan dengan tingkah laku mengejar keuntungan. Misal lokasi pabrik kretek Gudang Garam di Kediri, di Kediri tidak terdapat tembakau, jadi lokasi tidak berorientasi kepada bahan baku. Tenaga pada waktu berdiri juga tidak lebih banyak dan lebih trampil dibandingkan dengan di Blitar, jadi tidak berorientasi ke tenaga. Begitu juga dengan pasar, tidak lebih dari 1% yang dikonsumsi di Kediri. Lokasi pabrik itu mempunyai arti tersendiri bagi pemiliknya; oleh karena itu pemiliknya bersedia membayar harga sebagai inputed cost. Gejala demikian tidak sedikit dijumpai dalam lokasi perusahaan atau industri. Bila perusahaan semacam ini berhasil maka dapat memberi kesempatan kerja kepada warga kota dan tetapi juga dari luar kota. Saat ini tenaga kerja di pabrik tersebut sebagian besar berasal dari luar Kediri. Saat ini pabrik tersebut telah labor oriented localized.